Minggu, 05 Januari 2020

Resep Mie Caluk

Selama saya tinggal di Kota Medan, saya tidak pernah makan lagi mie caluk yang sering saya coba di kota Lhokseumawe. Mie caluk biasa dijual orang Aceh Pidie yang tinggal di Lhokseumawe.
Mie caluk yang sering saya makan, cuma mie lidie yang rebus dan di tuang sambal aja, tapi enak sekali. Mienya yang saya ingat sangat lembut, karena dimasak cukup lama segingga mudah dimakan ga ada keras-kerasnya seperti yang saya makan di Medan.

Dan, karena rindu mie caluk saya mencoba masak mie caluk dengan bahan seadanya. Ada pun bahan-bahan yang dibutuhkan adalah:
1. Mie lidi 500gr
2. Minyak makan 1 sdm
3. Kecap asin
4. Kecap manis
5. Udang/ayam dadu (saya tidak pakai)
6. Kol (saya tidak pakai)
7. Daun seledri dan daun bawang
8. Bawang bombay (optional)
9. Garam secukupnya

Bumbu halus:
1. Bawang merah 7 siung
2. Bawang putih 3  siung
3. Tomat 50 gr
4. Cabe merah 50 gr
5. Cabe kering (saya tidak pakai)
6. Kemiri 1 buah
7. Kacang (saya tidak pakai)

Adapun cara membuatnya
1. Rebus air hingga mendidih lalu masukkan mie lidie dan 1 sendok makan minyak goreng biar tidak lengket hingga lembut

2. Haluskan bumbu halus dan tumis hingga harum, masukkan air sedikit lalu masukkan tomat potong dadu, ayam atau udang, kecap asin dan juga kecap manis

3. Masukkan mie yang sudah ditiriskan,lalu masukkan daun seledri dan daun bawang

4. Dan terakhir masukkan garam dan mie siap dihidangkan

Sabtu, 14 Desember 2019

Comunication Skill


Communication Skill



Dalam hal ini komunikasi produktif merupakan inti dari hubungan kita baik ke sesama manusia maupun kepada sang pencipta. Sering kali kita lihat perselisihan ditenggarai kesalahan dalam berkomunikasi. Komunikasi bukan hanya sedekar percakapan unsich. Secara bahasa komunikasi adalah cara kita dalam menyampaikan informasi dari comunican ke comunicator melalui suatu media.

Kemampuan untuk saling memahami adalah dasar dari keahlian berkomunikasi.
1. Kemampuan dasar yang diberikan Allah kepada manusia
2. Mempunyai kepercayaan diri untuk menyampaikan apa yang anda pikirkan
- postur tubuh
- ingat momentumnya
- jaga self talk kita
3. Elemen komunikasi
- kata-kata /kalimat.                 7%
- intonasi.                                38%
- fisiologis (bahasa tubuh)    55%


Represantional System
Visiual.                                      Seeing
Audiotory.                                  Hearing
Kinestetic.                                  Feeling
Olfactory.                                    Smelling
Gustatory.                                   Tasting


V-isual

Selalu kelihat keatas saat berbicara

A-uditory

Mata ke kanan ke kiri saat berbicara

K-inestetic

Dengan menyentuh dan meraba

Lihat
Jelas
Muncul
Melihat
Terlihat
Gambar
Jelas
Menonton
Menceritakan
Harmoni
Gema
Bersenandung
Keheningan
Gambar keras
Dengarkan
Mendengar
Sentuhan
Merebut
Menjangkau
Merasa
Menangkap
Kesan
Menggosok
Bersantai

Bahasa tubuh dan gaya bicara
Visual  : gerakan tubuh bagian atas dan kalau berjalan cepat serba buru-buru
                Gaya bicara tinggi dan cenderung cerewet
Auditory: gerakan tengah sekitar pinggang atau perut, kalau berjalan lambat, tenang dan pasti
                Gaya bicara cenderung berayun dan berirama, selalu ada terkait mendengar, gaduh, sunyi, gemerincing/menurut pandangan saya
Kinestetik : gerakan tubuh lebih banyak dibawah agak gemulai dan kalau berjalan cenderung melambai
                     Gaya bicara sangat dalam dan berat dan di setiap bicara selalu terselip kata-kata merasa, memahami, meraba.....

Jumat, 13 Desember 2019

Games Pola

Games pola


Setiap kesuksesan ada polanya. Dalam ice breaking kali ini kami belajar bagaimana menebak pola yang diberikan coach tanpa ada aba-aba atau klu sama sekali. Kami harus menebak hingga pola yang kami buat sama dengan pola yang dibuat oleh coach. Di permainan atau game ini di komandai oleh coach Wahyudi. Walaupun membutuhkan waktu yang tidak sebentar kami bersyukur dapat memecahkan tantangan yang diberikan oleh para coach Imuts.
Awalnya memang susah. Tadinya kami belum memiliki ilmu apa yang diharapkan oleh Coach. Lalu, dengan melihat dan mencoba permainan kami sudah mulai mencari rumus atau pola yang ada dikertas yang dioegang oleh coach Wahyudi. Pada permainan ini kami dibagi dua kelompok, dan masing-masing kelompok mencoba mengalihkan perhatian satu sama lain agar kelompoknya menjadi pemenang
Saling serang menyerang juga terjadi pada permainan ini. Sangat seru dan penasaran untuk menebak pola yang diberikan coach. Untuk materi ini agak santai dan leluasa karena materi yang diberikan dalam bentuk permainan atau games. Ssya mengingat setahun yang lalu saya pernah mengikuti training Pola Pertolongan Allah (PPA) yang harus membayar beberapa nominal.









Dalam training tersebut kami diajarkan banyak hal. Salah satunya ada lima pola yang dapat kita lakukan untuk memperoleh pertolongan Allah, yaitu:
1. Niat yang kuat lurus murni
2. Ikhtiar Iman Maksimal
3. Husnudzan
4. Bersyukur secara total
5. Buka semua pintu rezeki

Selain pola ada juga diberikan kunci-kuncinya, yaitu:
1. Yakin
2. Khusyuk
3. Ikhlas
4. Sabar
5. Pasrah
Selain PPA saya juga sering mendapatkan pencerahan ketika membaca banyak buku motivasi dan menonton siaran motivasi. Sesungguhnya semua orang dapat meraih kesuksesan yang sama tidak peduli latarbelakang, jenis kelamin, pendidikan, suku, agama dan ras. Dengan menggunakan rumus, resep, pola dan apapun namanya kita pasti sukses.
Mindset atau pola pikir benar maka tindakannya akan benar, ketika tindakan benar maka Insya Allah akan menghasilkan kesuksesan seperti yang diharapkan. Di dunia ini, alam semesta memiliki hukum causalitas atau sebab akibat. Artinya kesuksesan seorang tidak terjadi begitu saja secara serta merta. Semua ada sebab dan akibat. Ibarat pepatah bilang apa yang kamu tanam itulah yang kelak kamu tuai.
Selain itu ada namanya hukum gravitasi, apapun benda yang kita lempar keatas akan jatuh ke tanah. Artinya apapun yang kita berikan akan kembali kepada diri kita sendiri. Apabila kita memberikan kebaikan maka kebaikan itu balik ke diri kita dan apabila kita memberikan keburukan, sesungguhnya keburukan itu kembali kepada diri kita sendiri. Sunnahtullah ini akan senantiasa berlaku hingga hari kiamat kelak.
Dengan mengetahui hukum-hukum di alam semesta membuat kita semakin yakin akan janji-janji yang diberikan oleh sang Pencipta Semesta. Kita akan yakin dalam menjalani kehidupan karena semua sudah ada aturannya. Kalau kita tidak mengikuti aturan tersebut maka tunggulah kehancuran yang akan segera kita terima cepat ataupun lambat.
Saat ini sangat banyak pelatihan atau training yang memberikan berbagai tips dan triks untuk meraih kesuksesan. Banyak yang sukses namun tidak sedikit juga yang zonk. Itu semua kembali kepada pelaku yang mau atau tidak dalam bertindak. Nadiem yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pendidikan pernah mengatakan "orang lain dapat mencuri idemu tapi tidak tindakanmu".

Model Bisnis Canvas

Model Bisnis Canvas



Untuk materi ini saya baru pertama kali mendapatnya di acara Bootcamp ini. Dengan menggunakan fitur ini diharapkan bisnis kita dapat berjalan sesuai dengan visi misi dan goal atau tujuan yang telah kita tetapkan sebelum kita menjalankan usaha dengan profesional.

Tentu ini jarang dilakukan oleh usaha rumahan atau UMKM. Ada 9 kolom yang harus kita isi, yaitu:
1. Customer segmen
2. Value proposition
3. Channels
4. Customer relationship
5. Revenue Stream
6. Key Resourses
7. Key Activities
8. Key Partners
9. Cost Structure

Adapun Fungsi dari Bisnis Model Canvas diantaranya adalah
1. Salah satu alat membantu kita melihat lebih akurat bagaimana rupa usaha yang sedang atau akan kita jalankan
2. Dengan tools ini kita seakan melihat bisnis dari gambaran besar namun tetap lengkap dan mendetail apa saja elemen-elemen kunci yang terkait dengan bisnis kita.
Dengan demikian kita bisa melihat gambaran utuh yang sangat membantu  dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar bisnis kita.
3. Dengan menevaluasi satu demi satu elemen-elemen kunci kita jauh lebih mudah menganalisis apa yang kurang tepat, dan pada akhirnya kita bisa mengambil langkah untuk mencapai tujuan bisnis kita.

Dream Board

Dream Board





Materi kali ini kami ditugaskan untuk mengimajinasikan sebuah impian kesuksesan yang telah kami tuliskan pada lembar visi misi. Dalam kehidupan kita harus ada keseimbangan antara kerja/usaha dan Refresing, antara keluarga dan sosial, antara pendapatan dan donasi, antara kebutuhan spiritual dan rasional, antara tabungan dan investasi. Semua keseimbangan dituliskan dalam sebuah impian. Saya saya gambarkan saya dapat menjalani ibadah haji dan umroh. Miliki pabrik roti yang beroperasi selama non stop 24 jam.

Memiliki panti asuhan, panti sosial dan lembaga donasi lainnya. Memiliki sebuah rumah yang nyaman untuk keluarga besar, memiliki sebuah mobil yang mendukung mobilitas. Memiliki lembaga pendidikan baik formal dan nonformal. Semua itu dengan jelas tergambarkan dalam papan impian. Dengan menempelkan papan impian tersebut diharapkan gambar-gambar tersebut terekam dan masuk ke alam bawah sadar. Dan diharapkan impian-impian yang telah digambarkan dalam terwujud dalam kehidupan sehari-hari nantinya.

Alhamdulillah sewaktu kuliah semester tiga saya sempat mendapatkan materi ini sewaktu menjadi MC anak baru. Jadi untuk leting 2004 mendapat kesempatan training Motivasi dari TRUSCO yang berpusat di Jakarta pada saat itu. Dan kami yang leting 2003 tidak mendapatkannya. Namun, karena pad saat itu saya kebetulan jadi MC saya minta izin untuk mengikuti training tersebut hingga selesai.

Pada saat itu tahun 2004 saya sudah menuliskan peta mimpi saya. Dan Alhamdulillah banyak yang sudah terealisasikan walau kadang tahunnya meleset. Misalnya target menikah di usia 25 tahun tenyata saya menikah di usia hampir 29 tahun.

Dan saat ditahun 2019 saat usia saya 36 tahun saya kembali lagi mendapatkan chalange untuk membuat dreamboard kembali. Sekitar 15 tahun telah berlalu namun semangat saya tidak luntur. Hanya saja saat ini status saya tidak seperti di tahun 2004 yang bebas tanpa harus memikirkan suami dan anak. Saat ini posisi saya sebagai ibu rumah tangga mimpi saya adalah terikat bersatu bahagia dalam kesatuan yang bernama keluarga.

Kalau dulu saya merasa berjuang sendiri, dan jauh dari keluarga. Saya sering menangis mehanan rindu pada kedua orangtua, kakak, adik dan keluarga besar. Secara saya sejak 2003 merantau ke Banda Aceh dan 2012 ikut suami ke Sumatra Utara. Artinya saya memiki hanya 20 tahun waktu intens dengan keluarga besar. Setelah itu saya meluncur bak anak panah yang tak kembali ke busurnya.

Begitulah ibarat seorang anak yang digambarkan oleh Rasulullah. Dan itu menjadi pelajaran yang beharga bagi saya. Saya tidak mau jauh lagi dari keluarga inti saya yaitu suami dan terutama anak. Karena saya dapat merasakan cepatnya waktu berlalu. Dan saya tidak ingin kehilangan waktu emas bersama mereka.

Oleh karena itu kegiatan usaha saya dan suami yang berbasis dirumah merupakan hal yang sangat saya syukuri. Kami daapt sepanjang waktu dapat menghabiskan waktu bersama. Dan saya bertekad untuk mengembangkan usaha ini agar dapat berjalan dengan sistem yang baik. Yang kelak keberadaan saya bukan merupakan keharusan dalam menjalankan usaha ini.
Sering kita mendengarkan usahanya jalan, pengusaha jalan-jalan.

Tentu hal itu tidak semudah membalikkan telapak tangan yang dapat serta merta kita lakukan. Semua itu membutuhkan proses panjang dan keseriusan dalam mendapatkannya. Semoga Allah menyaksikan perjuangan saya, dan memberikan pertolonganNya terhadap apa-apa yang sudah saya usahakan.

Creative Digital

Creative Digital





Materi ini disampaikan oleh coach Wahyu Blahe sebagai seorang pakar di dunia internet marketing. Saya pertama kali bertemu dengan coach wahyu pada tahun 2018 di kantor RKB Lubuk Pakam. Pada saat itu coach Wahyu mengajarkan materi Google Bisnisku. Saat itu saat juga kebetulan sudah ada website dari googe, yaitu www.yuliahomebakery.business.site.

Pada saat yang sama saya bertemu kak Devi Drea yang telah memberikan informasi tentang WUDS.
Berbicara digital marketing bararti berbicara tentang internet. Digital yang dimaksud adalah teknologi informasi dengan menggunakan jaringan internet yang dapat menghubungkan kita dengan jutaan orang melalui media internet, dari berbagai belahan dunia.

Selain website, media sosial sangat powerfull dijadikan sebagai media promosi diera terbuka saat ini. Akses informasi sangat mudah diakses oleh semua orang dengan modal kuota internet baik melalui laptop, tab maupun gedget di genggaman tangan. Semua kemudahan ini menjadi pasar yang tadinya offline kini berubah menjadi online.

Artinya kita dapat membuka usaha tanpa harus ada tempat khusus. Yang penting kita ada produk, dan otomatis langsung bisa kita pasarkan. Begitu bamyak media transportasi online di era digital saat ini yang memudahkan UMKM untuk eksis meskipun dengan modal terbatas.

Akhir Juli 2019 kemarin saya baru saja meminta bantuan teman untuk membuatkan Website dengan sejumlah nominal. Biaya itu diperuntukkan selain biaya pembuatan website dan juga biaya domain dan hosting selama satu tahun.
Coach Wahyu Blahe yang seorang guru  SEO sedikit banyak juga mengajarkan kami Search Engine Optimilization (SEO).

Ditahun 2018 saya juga sering ikut kelas gapura digital untuk belajar internet marketing. Karena saya selain menyukai komputer, saya juga menyadari saat ini merupakan era digital. Mau tidak mau sebagai pengusaha kita harus terintegrasi didalamnya.

Seperti kita kehahui bersama fenomena banyaknya usaha offline yang gulung tikar karena keagresifan pengusaha online yang semakin menggurita.

Dipendampingan wirausaha unggulan bank Indonesia juga sangat di tekankan agar kami dapat masuk ke dalam bisnis online. Usaha Online tidak perlu toko yang strategis ditengah kota yang biasa sewanya sangat fantastis. Biaya sewa yang begitu besar saat ini dapat dialokasikan untuk modal.

Dengan adanya media sosial banyak bermunculan pengusaha-pengusaha baru yang hanya dengan memiliki ide usaha mereka bisa langsung buka usaha. Saya merupakan salah seorang dari pengusaha yang berawal dari media sosial.

Namun, banyak juga diantara pengusaha online yang tidak berjalan lama. Hal tersebut terjadi karena kurang kuatnya motivasi awal dalam menjalankan bisnis tersebut.

Saya juga pernah ikut kursus Online,  Sekolah Bisnis Online seharga 400 ribu rupiah. Disana kita juga banyak diajarkan tentang bisnis online. SBO yang di gawangi oleh Muri Handayani penulis buku emak-emak jago jualan, juga owner bisnis hijab yang sudah sukses di dunia Online.

Banyak yang telah saya investasikan dalam menjalani usaha ini. Walaupun terlihat lambat saya dengan pasti terus menyusun strategi agar usaha ini dapat benar-benar berjalan sesuai sistem yang akan saya susun nantinya. Saat ini saya mempunyai website www.yuliahomebakery.com dan blog www.yuliahomebakery.blogspot.com .

Selain itu saya juga sudah memiliki media sosil untuk usaha yaitu www.facebook.com/Yuliahomebakery selain facebook pribadi. Dan juga media instagram untuk usaha www.instagram.com/yuliahomebakry. Selain itu saya juga sudah mempunyai channel youtube, www.youtube.com/yuliasafitri.

Walau begitu masih banyak PR yang saya miliki untuk mengoptimalkan dari keberadaan media sosial dan internet marketing ke depannya. Semoga saja di pendampingan nanti saya dapat mempelajari lebih baik lagi mengenai Digital marketing.

Kamis, 12 Desember 2019

Mental Block

Mental Block





Ini adalah materi yang sangat saya nanti-nantikan. Mental block merupakan musuh sesungguhnya. Sebagai seorang manusia paripurna kita dibekali akal budi okeh sang pencipta. Manusia berfikir sesuai dengan apa yang dia yakini dan percayai dari berbagai sumber informasi. Saat ini di dunia yang benar-benar inklusif terhadap berbagai informasi sangat penting untuk memilih dan memilah.

Informasi yang salah membuat kita salah dalam memandang dunia ini. Dalam materi ini yang disampaikan oleh coach Marioto dikatakan label yang sering orang berikan pada kita lambat laun akan menjadikan diri kita seperti label yang diberikan.

Sewaktu masih kecil dulu saya pernah membaca sebuah cerita, seekor elang yang dipelihara oleh seekor ayam. Alkisah ada sebutir telur yang terdampar ditengah kawanan ayam. Lalu telur itu dierami oleh seekor ayam hingga akhirnya telur elang itu menetas.

Anak elang itu hidup dan bergaul dengan para ayam, hingga akhirnya dia melihat seekor elang. " wah, enak sekali bisa terbang seperti burung itu" serunya kepada teman-temannya para ayam. " sadar, lamu hanya seekor ayam" kata seekor ayam mencoba meyakinkan ketidak mampuannya untuk terbang.

Dari sepenggal cerita diatas menggambarkan mental block dapat terbentuk dari orang-orang yang ada disekitar kita. Padahal sesungguhnya kekuatan dan kemampuan yang diberikan kepada kita cukup luar biasa kalau kita mau mengoptimalkannya. Manusia hanya butuh keyakinan, ketekunan dalam berlatih sehingga kita menjadi seorang ahli di bidang yang kita inginkan.
Seorang tokoh pernah membuat penelitian terhadap seorang pilot, dan dia mendapatkan kesimpulan. Untuk menjadi seorang ahli seseorang membutuhkan waktu 10.000jam dalam berlatih. Artinya jika dia berlatih dalam waktu tiga jam perhari, maka dia membutuhkan waktu sekitar 10 tahun untuk menjadi ahli.

Contoh lain kemampuan manusia diluar batas dapat kita lihat saat orang mau menyelamatkan dirinya. Ketika tsunami terjadi saya sering mendengar kisah teman-teman secara langsung yang mengalami peristiwa tersebut. Dari cerita mereka ada yang mengatakan bahwa mereka sanggup lari dan memanjat pohon kelapa tanpa alat. Ada yang memanjat rumah hingga keatas loteng, ada yang melompat tinggi diluar batas kemampuan sehari-hari.

Saya sering melihat video para atlet yang sunggu luar biasa. Pertanyaannya, mengapa mereka bisa keren seperti itu? Karena mereka meyakini kemampuan yang mereka miliki dan mereka berlatih dengan sungguh sehingga mereka menciptakan prestasi yang bukan saja membanggakan diri, keluarga dan tim. Mereka juga membanggakan negera yang mereka wakili.

Kalau mereka saja bisa, kita sebagai wirausaha juga bisa sukses sesuai visi misi yang telah kita torehkan. Tinggal keyakinan dan ketekunan yang dapat menghasilkan mimpi terwujud sesuai alam fikir kita. Maka dari itu berhati-hatilah dalam berfikir karena kekuatan fikiran dapat terkoneksi langsung dengan alam semesta